Senin, 28 Februari 2011

Bahayakah Penggunaan Styrofoam Sebagai Pembungkus Makanan?

Oleh : Indra Yusuf Pratama

Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia, termasuk saya, sempat digegerkan oleh pemberitaan bahwa Styrofoam berbahaya jika digunakan sebagai pembungkus makanan, terutama jika digunakan untuk membungkus makanan yang panas. Desas-desus tersebut mengatakan bahwa jika Styroafoam digunakan untuk membungkus makanan atau minuman yang panas, maka akan terjadi reaksi kimia pada Styrofoam tersebut dan dapat meracuni makanan atau minuman yang ada didalamnya. Namun benarkah demikian?

Jawaban dari pertanyaan tersebut akhirnya terjawab dalam kuliah Keamanan dan Sanitasi Pangan, Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik Pertanian, Institut Pertanian Bogor yang saya ikuti kemarin. Kuliah tersebut memaparkan tentang bahaya-bahaya yang dapat diakibatkan oleh bahan pengemas makanan yang umumnya digunakan oleh masyarakat, termasuk Styroafoam.

Styroafoam terbuat dari Polystyrene yang dibusakan, sehingga bersifat ringan, kaku, rapuh, dan tembus cahaya. Agar Styroafoam berwarna putih, Polystyrene tersebut dicampurkan oleh karet sintetis (Butadiena). Plasticizer dan BHT (Butil Hidroksi Toluena) ditambahkan pada Styroafoam agar bersifat lentur dan awet. Namun demikian, kedua bahan ini dapat memicu kanker dan penurunan daya pikir anak. Plasticizer sendiri dapat menyebabkan kerusakan hati dan paru serta merupakan karsinogenik non-genotoksik (tidak bekerja pada level DNA). Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan semua bahaya-bahaya tersebut dapat bereaksi dan berpindah ke makanan atau minuman yang dibungkus oleh Styroafoam.

Setelah membaca pemaparan saya tersebut apa yang Anda pikirkan? Mungkin Anda ketakutan dan bersumpah tidak akan menggunakan Styroafoam sebagai bahan untuk membungkus makanan atau minuman anda lagi. Tapi tunggu dulu! Pemaparan ini belum selesai! Memang benar Styroafoam akan sangat membahayakan jika digunakan untuk membungkus makanan atau minuman yang panas. Karena pada suhu tinggi komponen-komponen kimia yang membahayakan pada Styroafoam dapat bermigrasi pada makanan atau minuman yang dibungkusnya. Akan tetapi pada suhu tinggi berapakah bahan-bahan kimia pada Styroafoam tersebut dapat bereaksi dan bermigrasi pada makanan atau minuman yang dibungkusnya? Jawabannya ialah pada suhu 300⁰ Celcius.

Jadi… Apakah Anda masih beranggapan bahwa Styroafoam berbahaya jika digunakan sebagai bahan pembungkus makanan atau minuman? Kalaupun kita memanaskan atau memasak makanan atau minuman, suhu maksimal yang digunakan kurang lebih 100⁰ Celcius kan? Styroafoam masih aman jika digunakan sebagai bahan pembungkus, walaupun makanan atau minuman yang dibungkusnya itu panasnya hingga 100⁰ Celcius.


Selasa, 22 Februari 2011

PERMEN SEHAT

Oleh : Indra Yusuf Pratama / C34090089

            Permen merupakan salah satu makanan kecil yang sangat disukai oleh anak-anak. Rasanya yang manis dan bentuknya yang beraneka ragam serta berwarna-warni membuat anak-anak menggemarinya. Dewasa ini berbagai macam permen telah dijual di pasaran. Namun demikian, banyak permen yang memiliki dampak buruk bila dikonsumsi secara terus-menerus. Gigi berlubang dan hilangnya nafsu makan merupakan salah satu dampak buruk dari permen. Pewarna sintetik yang umumnya digunakan sebagai bahan pewarna makanan, menjadi momok bagi masyarakat.
            Kebiasaan mengonsumsi minyak ikan menurut hasil penelitian memang memiliki khasiat bagi kesehatan, khususnya jantung. Namun ternyata tak hanya itu, mengonsumsi minyak ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 juga mampu membantu menghindari resiko gangguan penglihatan. Minyak ikan merupakan asupan yang mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Suplemen minyak ikan biasanya berasal dari ikan laut perairan dalam dan dingin yang diekstrak dari jaringan hati ikan Cod atau jaringan lemak ikan Salmon.
            Minyak ikan tergolong sebagai sumber lemak yang rendah kolesterol, sehingga para ahli gizi dan kesehatan sepakat bahwa minyak ikan aman dikonsumsi oleh bayi, balita, anak-anak, dewasa, serta ibu hamil. Selain mengandung omega-3, minyak ikan juga mengandung vitamin A, D, dan kalsium. Kandungan-kandungan yang dimiliki oleh minyak ikan tersebut sangat baik untuk pertumbuhan tulang, gigi, meningkatkan selera makan, membantu proses tumbuh kembang otak, serta pengembangan indera penglihatan dan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak.
            Berdasarkan fakta-fakta diatas maka pantaslah jika dikembangkan suatu inovasi produk baru yang menyehatkan. Produk tersebut bernama permen sehat, yaitu permen jelly yang dibuat dari bahan-bahan alami dan menyehatkan. Produk ini rencananya akan menggunakan buah-buahan sebagai bahan dasar dan minyak ikan sebagai bahan tambahan untuk memperkaya omega-3. Sehingga nantinya produk ini aman dikonsumsi oleh anak-anak dan tidak menyebabkan efek samping karena permen ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami dan nonsintetik.
            Permen jelly ini dibuat dengan berbagai rasa buah. Rasa buah ini berasal dari buah-buahan yang di jus dan dijadikan bahan dasar permen. Dalam pembuatan permen ini juga diperlukan gelatin. Fungsi gelatin yang terutama adalah sebagai pembentuk gel yang mengubah cairan menjadi padatan yang elastis, atau mengubah bentuk sol menjadi gel. Sifat gelatin yang reversible (bila dipanaskan akan terbentuk cairan dan sewaktu didinginkan akan terbentuk gel lagi) dibutuhkan dalam pembuatan permen jelly. Gelatin ini dapat dihasilkan dari ekstrasi tulang ikan, seperti tulang ikan nila dan tuna. Penambahan kandungan omega-3 ke dalam permen dapat dilakukan dengan memasukkan minyak ikan yang sudah dienkapsulasi, sehingga tidak mengubah rasa dan bau permen.
            Permen ini akan sangat menyehatkan karena mengandung serat alami yang berasal dari buah-buahan, omega-3 dan berbagai vitamin dari minyak ikan, serta gelatin yang kaya gizi, berprotein tinggi, dan rendah lemak. Dengan demikian permen ini akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak.