Sabtu, 02 April 2011

BISNIS ONLINE? SIAPA TAKUT!

Oleh : Indra Yusuf Pratama (C34090089)

“Kalau sudah lulus mau jadi apa?” atau “Lulus nanti aku mau kerja dimana ya?”. Mungkin kata-kata tersebut sering terlintas dalam benak kita. Pertanyaan-pertanyaan yang sering membuat kita bingung untuk menjawabnya dan menyikapinya. Seperti yang kita ketahui, setiap tahun jumlah pengangguran di Indonesia semakin meningkat seiring dengan jumlah populasi penduduk yang meningkat pula. Ironisnya beberapa puluh persen dari persentase pengangguran tersebut ialah lulusan sarjana yang siap kerja. Hal ini terjadi karena pada umumnya perguruan tinggi yang ada masih mendidik mahasiswanya untuk menjadi sarjana yang siap kerja, bukan sarajana yang siap membuka lapangan kerja. Padahal seperti yang kita ketahui, ketersediaan lapangan pekerjaan setiap tahunnya semakin sempit. Hal ini membuat kita sebagai seorang sarjana kelak, harus mampu memutar otak untuk membuat dan membuka lapangan kerja bagi diri kita sendiri dan orang lain.
Jika kita sering bermain dengan internet, pasti kita sering mendengar istilah bisnis online. Bisnis online merupakan cara baru dalam berbisnis, yang menggunakan dunia maya sebagai fasilitatornya. Bisnis online di Indonesia mungkin baru terkenal beberapa tahun belakangan ini, sehingga masih menjadi ‘barang baru’ bagi masyarakat Indonesia. Padahal di luar negeri sana, seperti Amerika Serikat, bisnis online sudah lama dikenal masyarakat dan menjadi salah satu cara dalam bisnis yang mampu membawa keuntungan yang cukup menggiurkan.
Banyak masyarakat Indonesia yang masih ragu untuk berbisnis melalui internet, baik pembeli maupun penjualnya. Hal ini kemungkinan disebabkan karena pengetahuan tentang bisnis tersebut yang masih minim dan umumnya harus belajar secara otodidak untuk memahami dan mengerti bagaimana cara bisnis online yang tepat dan menghindari resiko yang mungkin akan muncul. Kebanyakan orang-orang yang ingin berbelanja melalui internet umumnya ragu-ragu untuk membeli barang tersebut karena takut ditipu atau dibohongi oleh si penjual. Umumnya teknik jual beli melalui internet ialah pembeli memilih dan memesan barang yang diinginkan ke penjual. Penjual nantinya akan meminta pembeli untuk mentransfer sejumlah uang sesuai harga barang dan ongkos kirim ke tempat pembeli. Setelah uang ditransfer oleh pembeli, baru penjual mengirimkan barang tersebut ke pembeli melalui paket pos. Jika dilihat dari alur jual beli tersebut, resiko terbesar terdapat pada pembeli barang. Resiko tersebut dapat terjadi karena pembeli mungkin saja dapat ditipu oleh penjual, karena pembeli dan penjual tidak pernah saling bertemu ataupun saling mengenal.
Beberapa modus kejahatan sering terjadi melalui bisnis online ini. Bisnis online ini dapat dijadikan sebagai tempat penipuan yang merugikan pembeli barang. Umumnya para penjahat ini membuat suatu bisnis fiktif yang menawarkan barang-barang melalui internet. Pembeli yang tertipu tentu akan mentransfer uang kepada para penjahat karena berniat untuk membeli barang yang dijual tersebut. Setelah uang ditransfer, maka para penjahat tersebut akan membawa lari uang tersebut dan tidak pernah mengirimkan barang kepada pembeli. Maka dari itu, bagi orang-orang yang ingin membeli barang melalui internet harus selalu hati-hati agar tidak tertipu.
Salah satu kelemahan dalam bisnis atau jual beli online ialah pembeli tidak dapat mengecek mutu dan kualitas barang yang ingin dibeli. Pembeli hanya bisa melihat foto dari barang tersebut melalui iklan. Maka dari itu, pembeli harus cermat memilih penjual yang benar-benar jujur dan bagus. Salah satu cara untuk menghindari penipuan ialah kita harus pandai memilih penjual-penjual online tersebut. Sebelum membeli barang yang diinginkan, kita harus memperhatikan komentar-komentar yang diberikan oleh para pembeli sebelumnya. Umumnya para pembeli yang sudah pernah membeli pada penjual tersebuat dan merasa puas pasti akan memberikan komentar yang bagus dan menyarankan penjual tersebut kepada para peminat barang yang ingin membeli pada penjual tersebut. Hal ini tentu saja akan memudahkan kita untuk menilai penjual dan barang yang dijualnya.
Jika sedari tadi saya memaparkan kerugian atau resiko dari bisnis online, berikut ini saya akan memaparkan manfaat dan keuntungan dari bisnis online. Bisnis online dapat memberikan kepraktisan bagi penjual maupun pembeli dalam kegiatan jual beli. Keuntungan bagi penjual ialah tidak perlu mengeluarkan modal yang besar untuk membuka usahanya. Penjual tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa toko dan pekerja. Penjual hanya memerlukan modal untuk mengadakan produk yang akan dijual dan biaya internet sebagai sarana promosi dan pemasaran. Umumnya penjual hanya menggunakan foto produk dan iklan untuk mempromosikan barang-barang yang dijual dan menyertakan nomor telepon atau e-mail yang bisa dihubungi untuk memesan ataupun bertanya mengenai barang yang dijual. Jika sudah terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, maka pembeli akan mentranfer uang pada penjual, kemudian penjual akan mengirimkan barang yang dinginkan pembeli.
Bisnis online juga memeberi keuntungan bagi pembeli, yaitu kepraktisan. Pembeli tidak perlu pergi jauh-jauh ke tempat penjual barang. Cukup dengan duduk di depan komputer yang sudah terkoneksi dengan internet, maka pembeli bisa memilih dan membeli barang sesuka hati. Dengan demikian pembeli bisa menghemat waktu dan biaya. Pembeli yang tertarik dengan suatu barang akan menghubungi penjual melalui telepon selular ataupun e-mail. Jika sudah terjadi kesepakatan dan uang sudah diterima penjual, maka tak lama kemudian barang yang diinginkan akan sampai ke tangan pembeli.
Berdasarkan pemaparan saya diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa bisnis online merupakan bisnis yang cukup menjanjikan, menguntungkan, praktis, dan tidak memerlukan modal yang besar. Namun demikian kita harus senantiasa hati-hati untuk menghindari segala resiko yang mungkin akan terjadi. Kita sebagai seorang sarjana kelak, dapat memanfaatkan teknologi informasi berupa internet untuk membuka sebuah peluang usaha baru yang tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Kita dapat berbisnis berbagai macam barang melalui dunia maya. Mulai dari makanan, minuman, tas, sepatu, baju, gadget, sepeda motor, bahkan mobil sekalipun dapat kita bisniskan melalui internet. Kita tidak membutuhkan toko ataupun showroom untuk menjual barang-barang tersebut. Kita hanya memerlukan seperangkat peralatan komputer, listrik, kamera, koneksi internet, dan tentunya pemikiran yang cerdas untuk mendirikan dan menjalankan bisnis di dunia maya. Secara tidak langsung bisnis online akan membangun kepercayaan diantara penjual dan pembeli, sehingga pembeli yang merasa puas dengan produk dan pelayanan penjual tentunya akan membeli lagi dan mereferensikan penjual tersebut kepada relasi, teman, ataupun kerabat pembeli. Dengan demikian penjual akan mendapatkan pelanggan baru dan dapat memperluas jaringan bisnisnya.